AKTAMEDIA.COM – LEBARAN atau lebih dikenal juga dengan istilah Hari Raya Idul Fitri adalah momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani puasa selama sebulan penuh. Tidak saja menjadi waktu untuk bermaaf-maafan dan bersilaturahmi, Idul Fitri juga memiliki sejarah panjang yang berakar dari zaman Rasulullah SAW. Perayaan ini pertama kali dilakukan pada tahun 624 Masehi atau 2 Hijriyah, setelah kemenangan umat Islam dalam Perang Badar.
Menurut catatan sejarah, Idul Fitri pertama kali dirayakan Rasulullah SAW dalam kondisi yang penuh kelelahan pasca perang. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kemenangan dalam Perang Badar menjadi momen penting bagi umat Islam, sebab pasukan Muslim yang hanya berjumlah 319 orang berhasil mengalahkan 1.000 tentara Quraisy.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi keberhasilan dalam peperangan, tetapi juga melambangkan kemenangan spiritual. Idul Fitri kemudian menjadi simbol kemenangan dalam menahan hawa nafsu, sekaligus pengingat bahwa perjuangan di jalan Allah akan selalu mendapat pertolongan.
Sejarah Idul Fitri juga berkaitan dengan tradisi yang telah ada sebelum Islam datang. Mengutip NU Online, masyarakat Arab pada masa jahiliyah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Marjaan, yang dirayakan dengan berbagai permainan dan pesta.
Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, beliau mengganti kedua perayaan tersebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah bersabda bahwa Allah telah menggantikan hari-hari jahiliyah dengan perayaan yang lebih baik dan penuh makna.
Idul Fitri tidak hanya dirayakan dengan kegembiraan, tetapi juga dengan ibadah dan rasa syukur. Tradisi shalat Idul Fitri, membayar zakat fitrah, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama menjadi bagian dari perayaan yang dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini
Dalam perkembangannya, perayaan Idul Fitri terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan budaya di berbagai negara. Namun, esensi silaturahmi, kebersamaan, dan kemenangan spiritual tetap menjadi inti dari perayaan ini.
Di Indonesia, tradisi mudik menjadi salah satu ciri khas perayaan Idul Fitri. Jutaan umat Islam kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga, mencerminkan pentingnya hubungan kekeluargaan dalam Islam.
Selain itu, momen Idul Fitri juga menjadi waktu untuk berbagi kepada sesama. Melalui zakat fitrah dan sedekah, umat Islam diajak untuk menjaga keseimbangan sosial dan memastikan bahwa semua orang dapat merasakan kebahagiaan di hari yang suci ini.
Sebagai hari kemenangan, Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai keimanan dan perjuangan. Semangat Idul Fitri diharapkan dapat terus membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh umat Islam di dunia.
Leave a Reply