AKTAMEDIA.COM, PADANG – Tradisi Mandi Balimau merupakan ritual penyucian diri masyarakat Minangkabau yang dilakukan satu hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Secara etimologi, “balimau” berarti mandi menggunakan air yang dicampur dengan perasan Jeruk atau Limau, seperti jeruk purut, jeruk nipis, atau jeruk kapas.
Berikut adalah latar belakang dan asal-usul tradisi Mandi Balimau:
1. Akar Sejarah dan Pengganti Sabun
Meskipun tidak memiliki catatan tanggal pasti kapan dimulainya, tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun.
Dahulu, jeruk nipis digunakan sebagai pengganti sabun karena kemampuannya dalam meluruhkan keringat dan membersihkan kotoran dari tubuh. Penggunaan jeruk juga sering dipadukan dengan kasai, yaitu wangi-wangian yang digunakan saat berkeramas.
2. Makna Spiritual dan Simbolis
Pembersihan Lahir dan Batin: Mandi ini dianggap sebagai simbol untuk membersihkan diri secara fisik sebelum menjalankan ibadah puasa.
3. Silaturahmi: Prosesi yang sering dilakukan di sungai atau tempat pemandian umum ini menjadi momen masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan saling memaafkan.
4. Rasa Syukur: Upacara ini juga merupakan bentuk ungkapan kegembiraan dan syukur dalam menyambut bulan Ramadhan.
Meskipun asal-usul pastinya tidak tercatat secara historis, tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad. Saat ini, tradisi ini juga dimaknai sebagai upaya menjaga kebersihan diri, baik fisik (jasmani) maupun jiwa (rohani).













Leave a Reply