Advertisement

Asal Usul Fungsi Rangkiang Di Minangkabau

AKTAMEDIA.COM, PADANG – Rangkiang adalah lumbung padi tradisional Minangkabau yang berasal dari kata Ruang Hyang (ruangan dewi padi). Berbentuk rumah panggung bergonjong di depan Rumah Gadang, rangkiang melambangkan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan simbol kemakmuran ekonomi masyarakat Minangkabau.

Berikut mengenai asal-usul dan fungsinya:

A. Asal Nama: Istilah ini berasal dari kata “Ruang Hyang” (ruang dewi), yang kemudian berubah menjadi “Rangkiang”.

B. Fungsi Utama: Digunakan untuk menyimpan padi hasil panen sebagai bentuk ketahanan pangan dan simbol kesejahteraan suatu kaum.

C. Filosofi: Arsitekturnya yang tanpa jendela dan hanya memiliki satu pintu kecil di bagian atas melambangkan bahwa harta (padi) harus disimpan dengan hati-hati dan tidak dipamerkan.

D. Simbol Sosial: Rangkiang mencerminkan kearifan lokal dalam manajemen ketahanan pangan, kesiapan menghadapi paceklik, dan jiwa sosial.

Jenis-jenis Rangkiang
Di halaman Rumah Gadang biasanya terdapat beberapa jenis rangkiang dengan fungsi berbeda:

1. Rangkiang Si Bayau-bayau: Terbesar, untuk menyimpan padi konsumsi sehari-hari bagi penghuni rumah.

2. Rangkiang Si Tangguang Lapa: Untuk menyimpan padi cadangan guna membantu warga yang kelaparan atau masa paceklik.

3. Rangkiang Si Tinjau Lauik: Untuk menyimpan padi yang dijual, hasilnya untuk biaya pergi merantau atau memenuhi kebutuhan tak terduga.

4. Rangkiang Kaciak (Kecil): Tempat menyimpan benih padi untuk musim tanam berikutnya.

Rangkiang memiliki atap bergonjong khas Minang, dinding dari anyaman bambu, dan tangga yang bisa dilepas. Keberadaannya kini mulai langka akibat modernisasi, namun tetap menjadi simbol penting kebudayaan Sumatera Barat.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *