Advertisement

Leily Sagita: Ikon Peran Antagonis Indonesia

AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Leily Sagita: Ikon Peran Antagonis Indonesia Asal Lubuk Alung yang Mengawali Karier sebagai Paskibraka Nasional.

Leily Sagita, yang memiliki nama lengkap Zurleily G. Sagita, merupakan aktris dan model senior Indonesia yang lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 19 Desember 1952. Jauh sebelum dikenal di dunia seni peran, ia memiliki prestasi yang membanggakan sebagai anggota tim Paskibraka Nasional tahun 1970 mewakili Provinsi Sumatera Barat. Karier profesionalnya dimulai sebagai model catwalk di Surabaya, yang kemudian berlanjut menjadi bintang iklan pada era 1970-an hingga 1980-an. Langkah pertamanya di dunia akting dimulai pada tahun 1981 berkat bantuan dan dorongan dari musisi legendaris Rhoma Irama.

Kehebatan akting Leily Sagita sangat melekat di hati masyarakat lewat kemampuannya memerankan tokoh antagonis. Namanya melambung tinggi saat memerankan karakter Yoona, sosok ibu tiri yang galak dalam sinetron legendaris Tersanjung (1998–2005) yang mencapai ratusan episode. Selain itu, ia juga membintangi puluhan judul film dan sinetron lainnya, termasuk Camelia, Sejuta Cinta Marshanda, hingga berperan sebagai Mak Lampir dalam Tutur Tinular (2011). Meski identik dengan wajah tegas dan karakter jahat di layar kaca, publik sering memuji penampilannya yang tetap awet muda dan terlihat tidak banyak berubah meski kini telah berusia lanjut.

Di balik layar, Leily merupakan sosok ibu dari empat anak dari pernikahannya dengan H. Buyung Akbar pada tahun 1972. Memasuki usia senja, ia mengaku mulai merasa lelah, baik secara tenaga maupun jiwa, karena terus-menerus mendapatkan peran jahat dalam berbagai serial. Kini, ia memilih untuk lebih menikmati hidup seperti air mengalir, tetap aktif bersosialisasi bersama teman sebaya, dan berkeinginan untuk mundur dari peran-peran antagonis yang selama ini telah membesarkan namanya di industri hiburan tanah air.

Sumber: Biografi Leily Sagita (Wikipedia Bahasa Indonesia & Wikipedia Minangkabau

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *