Advertisement

Memimpin adalah Menderita

AKTAMEDIA.COM, PADANG – KALAU SEKARANG PEJABATNYA FOYA FOYA
RAKYATNYA MENDERITA 🤔
Pernyataan “Leiden is Lijden” yang berarti “Memimpin adalah Menderita” merupakan prinsip hidup yang sangat melekat pada sosok Haji Agus Salim. Ungkapan ini pertama kali dipopulerkan oleh Mohammad Roem dalam tulisannya yang berjudulĀ “Haji Agus Salim, Memimpin adalah Menderita”Ā di majalah Prisma pada Agustus 1977.Ā 

Makna Filosofis “Leiden is Lijden”Ā 

Dalam bahasa Belanda, kataĀ leidenĀ (memimpin) danĀ lijdenĀ (menderita) memiliki pelafalan yang hampir sama namun makna yang bertolak belakang. Secara lengkap, pepatah kuno Belanda ini berbunyi:Ā “Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden”, yang berarti “Jalan kepemimpinan adalah jalan penderitaan. Memimpin adalah menderita”.Ā 

Prinsip ini menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah jalan untuk mencari kekayaan, jabatan, atau kemewahan, melainkan sebuahĀ pengorbananĀ danĀ tanggung jawabĀ yang besar.

Keteladanan Haji Agus Salim

Haji Agus Salim, yang dijulukiĀ “The Grand Old Man”, menjalankan prinsip ini sepanjang hidupnya:Ā 

Hidup dalam Kesederhanaan:Ā Meski menjabat sebagai diplomat ulung dan tokoh penting dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, ia hidup jauh dari kemewahan.

Integritas dan Adab:Ā Ia tumbuh bukan dari kemewahan, melainkan dari kedalaman ilmu dan kekuatan adab.

Empati dalam Memimpin:Ā Kepemimpinannya didasarkan pada kemampuan untuk merasakan luka orang lain dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.Ā 

Relevansi Saat Ini

Hingga saat ini, kutipan ini sering digunakan oleh berbagai tokoh dan lembaga, termasuk Kementerian Hukum, sebagai pengingat bagi para pejabat bahwa menjadi pemimpin adalah tugas yang penuh tantangan dan penderitaan demi melayani kepentingan publik

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *