Advertisement

Mahasiswa dan AI: Penggunaan ChatGPT di Dunia Kampus, Antara Inovasi dan Ketergantungan

AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Salah satu bentuk penerapan AI yang paling popular di kalangan mahasiswa adalah ChatGPT, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang mampu memberikan jawaban, membantu menulis, hingga memberikan ide untuk berbagai kebutuhan akademik. Kehadiran ChatGPT dianggap membawa kemudahan baru dalam proses belajar, tetapi di sisi lain juga memunculkan kekhawatiran mengenai ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi ini.

Bagi sebagian mahasiswa, ChatGPT telah menjadi alat yang membantu dalam menjalani perkuliahan. Banyak yang menggunakannya untuk mencari ide tulisan, membuat ringkasan materi, atau bahkan sekedar memahami topik yang sulit untuk dipahami. Hanya dengan mengetik pertanyaan, jawaban muncul dengan cepat, lengkap dengan penjelasannya yang mudah dimengerti. Hal ini tentu menjadi solusi cepat bagi mahasiswa yang menghadapi banyak tugas dalam waktu yang bersamaan.

Meski begitu, kemudahan tersebut tidak selalu membawa dampak positif. Sebagian mahasiswa justru mulai terlalu bergantung pada ChatGPT untuk menyelesaikan tugas, bahkan tanpa membaca kembali atau memahami isi jawabannya. ChatGPT memang mampu menulis dengan baik secara Bahasa, namun tidak selalu akurat secara isi. Jika mahasiswa tidak mampu memilih informasi yang tepat, mereka bisa saja menerima jawaban yang salah tanpa didasari data yang akurat.

Fenomena ini juga dirasakan oleh Zaara Ayu Syakila, mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN SUSKA RIAU. Ia mengaku sering menggunakan ChatGPT untuk membantu memahami materi kuliah yang sulit. “Saya sering pakai ChatGPT buat cari penjelasan materi yang susah dimengerti dari dosen. Tapi saya tetap baca ulang dan bandingkan dari sumber lain, soalnya kadang jawabannya bisa kurang tepat” ujarnya. Dari pengakuan ini terlihat bahwa pengguna ChatGPT bisa sangat bermanfaat jika dipergunakan secara bijak.

Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat digunakan untuk mempercepat proses belajar, membantu mahasiswa memahami konsep sulit, serta melatih kemampuan menulis dan berpikir sistematis. Mahasiswa yang mampu menggunakan ChatGPT secara cerdas justru lebih bisa berkembang. Mereka dapat memanfaatkannya untuk memperluas wawasan, mengeksplor ide, dan memperkaya pemahaman terhadap suatu topik. Sebaliknya, mereka yang hanya bergantung sepenuhnya akan kesulitan ketika dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pemikiran sendiri.

Perubahan ini mencerminkan bagaimana dunia Pendidikan sedang bertransformasi kearah digital. Mahasiswa saat ini hidup di era dimana teknologi menjadi bagian dari keseharian, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi hal penting. Sama dengan teknologi lainnya, ChatGPT hanyala alat. Nilai utamanya terletak pada bagaimana pengguna memanfaatkannya. Mahasiswa perlu menanamkan  kesadaran bahwa keaslian ide dan kemampuan berpikir tidak bisa digantikan oleh AI. Gunakan AI secara bijak: bukan untuk mencari jalan pintas, melainkan sebagai alat pendukung dalam proses belajar.

Penulis: Nur Aisyah – UIN SUSKA RIAU

Surya
Author: Surya

Redaktur Akta Media

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *