Advertisement

KAN Aua Birugo Bukittinggi, Salah Satu KAN Terbaik Sumatra Barat

AKTAMEDIA.COM, BUKITTINGGI – Di tengah arus modernisasi yang menggulung nilai-nilai tradisi, Nagari Aua Birugo Tigo Baleh (ABTB) di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, justru tampil sebagai benteng kuat pelestarian adat Minangkabau. Kerapatan Adat Nagari (KAN) di nagari ini dinilai sebagai salah satu yang paling solid dan berwibawa di Sumatra Barat bahkan menjadi rujukan nasional dalam tata kelola adat berbasis kearifan lokal.

1. Kelembagaan Adat yang Aktif dan Berwibawa

KAN ABTB menjalankan fungsi sebagai pemangku tertinggi dalam adat secara aktif dan terorganisir. Dengan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), lembaga ini tidak hanya menjadi penjaga nilai budaya, tetapi juga sebagai penengah konflik sosial, penyambung silaturahmi antar suku, dan pelindung anak kemenakan.

Pengurus KAN terdiri dari ninik mamak yang masih dihormati dan memiliki legitimasi kuat dari masyarakat. Mereka menjalankan musyawarah secara berkala dan mendokumentasikan setiap keputusan adat dengan sistematis.

2. Pelestarian Tradisi dan Ritual Adat

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat ABTB tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang diwariskan turun-temurun. Ritual seperti batagak pangulu, maanta siriah, malewakan gala, dan turun mandi masih dilakukan dengan penuh kekhidmatan dan melibatkan seluruh unsur masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua.

Tak hanya itu, penghormatan kepada kaum perempuan (bundo kanduang) juga tetap dijunjung tinggi. Peran bundo kanduang dalam musyawarah adat dan pendidikan anak-anak menjadi bukti nyata bagaimana adat terus hidup dan berdetak dalam sendi kehidupan sehari-hari.

3. Keterlibatan Aktif Seluruh Elemen Masyarakat

Salah satu keunggulan ABTB adalah tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam kegiatan adat dan sosial. Dari tingkat RT hingga suku, semua memiliki peran dalam menjaga dan menghidupkan tradisi.

Organisasi pemuda dan karang taruna juga diberdayakan untuk menjadi pelanjut adat. Mereka dilibatkan dalam pelatihan budaya, kesenian tradisional, dan juga dalam mendokumentasikan kearifan lokal melalui media digital.

4. Tertib Administrasi Adat dan Dokumentasi Silsilah

KAN ABTB dikenal sebagai salah satu lembaga adat yang memiliki arsip dan dokumentasi yang rapi. Seluruh garis keturunan suku, pengangkatan penghulu, hingga keputusan musyawarah disusun dalam format tertulis dan digital. Ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan adat, terutama dalam menentukan ahli waris gelar atau penyelesaian konflik tanah ulayat.

5. Sinergi dengan Pemerintah dan Lembaga Lain

Keberhasilan KAN ABTB tidak terlepas dari sinergi yang erat dengan pemerintah Kota Bukittinggi dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM). Pemerintah memberikan ruang, anggaran, dan dukungan penuh terhadap kegiatan adat. Sementara KAN ABTB berperan aktif dalam memberikan masukan kebijakan berbasis adat yang kontekstual.

Kolaborasi ini menjadikan ABTB sebagai model nagari adat modern, di mana adat, agama, dan pemerintahan berjalan selaras.

6. Penghargaan dan Reputasi Tinggi

Berkat komitmen dan keberhasilan dalam menjaga adat, ABTB telah meraih berbagai penghargaan baik dari tingkat provinsi maupun nasional. Kerapatan Adat Nagari ABTB sering dijadikan contoh dalam pelatihan penguatan adat nagari se-Sumatra Barat.

Tidak jarang pula, tokoh adat dari luar daerah berkunjung ke ABTB untuk belajar dan berdiskusi tentang praktik pelestarian adat Minangkabau yang masih hidup dan berkembang di sana.

Nagari Aus Birugo Tigo Baleh bukan hanya mempertahankan adat sebagai warisan, tetapi juga mengembangkan adat sebagai sistem hidup yang dinamis dan relevan dengan zaman. Kerapatan adat yang kuat, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dukungan dari pemerintah membuat ABTB layak dijuluki sebagai “Nagari Adat Teladan” di Sumatra.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *