AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Setiap tahun ajaran baru, suasana haru, ceria, dan penuh semangat terlihat di berbagai sekolah di Indonesia. Anak-anak datang dengan seragam baru, tas berisi perlengkapan sekolah, dan senyum malu-malu. Namun satu hal yang selalu menarik perhatian: kehadiran orang tua, terutama ayah dan ibu, yang mengantar anak mereka di hari pertama masuk sekolah.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke desa-desa. Gerakan ini lebih dari sekadar mengantar, ia menyimpan pesan yang dalam tentang kasih sayang, pengasuhan, dan makna pendidikan.
Bagi seorang anak, hari pertama sekolah adalah momen penting yang bisa menimbulkan kegembiraan sekaligus kecemasan. Mereka memasuki dunia baru, bertemu teman-teman baru, dan menjalani rutinitas baru. Dalam situasi ini, kehadiran orang tua, terutama di pagi hari saat mereka memasuki gerbang sekolah, memberi rasa aman dan tenang.
Banyak anak yang menangis karena tidak ingin berpisah dari orang tuanya, dan tak sedikit pula orang tua yang meneteskan air mata ketika melihat anak mereka mulai menjalani tahap baru dalam kehidupan.
Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial diramaikan dengan foto dan video ayah-ayah yang mengantar anak ke sekolah. Ada yang berpakaian lengkap dengan seragam kantor, menuntun anak dengan penuh kelembutan, bahkan tak jarang ada yang mengusap air mata saat berpisah.
Ini menjadi simbol penting tentang pergeseran peran dalam keluarga. Ayah yang dulu dianggap hanya sebagai pencari nafkah kini mulai tampil lebih aktif dalam pengasuhan anak. Gerakan ini memperlihatkan bahwa menjadi ayah bukan hanya soal tanggung jawab ekonomi, tetapi juga tentang kedekatan emosional dan dukungan moral.
Banyak sekolah yang kini secara sadar mendorong partisipasi orang tua di hari pertama masuk sekolah. Beberapa mengadakan kegiatan penyambutan khusus, bahkan memberikan waktu bagi orang tua untuk mengenal guru dan lingkungan sekolah anak mereka.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan nilai-nilai yang akan diterapkan di sekolah, termasuk pentingnya kolaborasi antara rumah dan sekolah dalam mendidik anak.
Setiap awal tahun ajaran baru, media sosial dipenuhi unggahan orang tua yang mengabadikan momen mengantar anak mereka. Ada yang mengunggah foto-foto penuh haru, video tangis bahagia, hingga kisah-kisah inspiratif perjuangan orang tua demi pendidikan anak.
Beberapa kisah bahkan menjadi viral dan memotivasi banyak orang. Misalnya, ayah tukang ojek yang tetap mengenakan jaket lusuh saat mengantar anaknya dengan penuh bangga. Atau ibu yang membawa anak naik sepeda belasan kilometer demi bisa hadir di hari pertama sekolah.
Di beberapa daerah, mengantar anak ke sekolah di hari pertama memiliki nilai budaya yang khas. Di Minangkabau, misalnya, orang tua bisa mengenakan pakaian adat sebagai simbol dukungan terhadap pendidikan. Di daerah Jawa, ada ritual kecil seperti membacakan doa atau membawa bekal istimewa.
Tradisi ini memperkaya makna hari pertama sekolah sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dihormati dan dirayakan bersama.
Gerakan orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah bukan hanya soal fisik, tapi juga kehadiran batin. Ia menunjukkan bahwa pendidikan anak adalah proyek keluarga, bukan hanya tugas guru atau sekolah.
Dukungan ini akan terus bergema dalam ingatan anak. Mungkin kelak mereka tak lagi ingat pelajaran apa yang pertama diajarkan, tapi mereka akan selalu ingat siapa yang menggenggam tangan mereka di pagi pertama mereka melangkah ke sekolah.
















Leave a Reply