AKTAMEDIA.COM, TALUK KUANTAN – Tentang gerakan tari tukang tari Pacu Jalur yang viral sebagai bagian dari fenomena “Aura Farming”:
Apa itu gerakan viral “Aura Farming”?
Aura Farming adalah istilah Gen Z/Alpha untuk mengekspresikan karisma secara alami—seseorang yang melakukan sesuatu dengan penuh percaya diri dan tanpa terlihat dibuat-buat .
Di Pacu Jalur, aksi ini muncul saat bocah (tukang tari/anak coki) berdiri di ujung perahu yang melaju kencang sambil menari penuh gaya, seolah “mengumpulkan aura” untuk tim .
Gerakan yang khas dan bermakna
1. Memutar dan mengibas tangan
Menggambarkan ekspresi percaya diri tinggi, sekaligus memberi semangat pada pendayung .
2. Berlari-lari kecil menyeimbangkan perahu
Karena bobotnya ringan, anak ini membantu menjaga keseimbangan sambil tampil enerjik .
3. Sujud syukur di garis akhir
Saat perahu mendekati finis, tukang tari melakukan sujud sebagai tanda kemenangan dan syukur .
Kenapa jadi viral internasional?
Video bocah menari di atas perahu viral di TikTok dan platform lain dengan tagar seperti #AuraFarming, mencapai miliar views .
Klub sepak bola besar seperti PSG dan AC Milan bahkan menirukan gerakan ini dalam selebrasi gol, menunjukkan pengaruh budaya yang mendunia .
Fungsi budaya & cerita di baliknya
Tradisi Pacu Jalur berasal dari abad ke‑17 sebagai sarana angkut, kemudian berkembang jadi festival dengan jalur panjang (25–40 m), diisi 40–60 pendayung
Tukang tari berperan utama di haluan perahu, bukan hanya sebagai motivator visual, tapi juga menjaga ritme dan keseimbangan jalur .
Gerakan ini istilahnya bukan sekadar tarian—melainkan bagian integrasi antara olahraga, seni dan spiritualitas masyarakat Riau .
Gerakan viral ini bukan hanya sekadar gerakan lucu, melainkan:
Simbol kepercayaan diri: aura farming yang alami.
Unsur budaya lokal: perpaduan seni tari dan olahraga tradisional.
Daya tarik global: mampu menjembatani budaya lokal Indonesia ke komunitas internasional melalui media digital.
🔍 Kalau kamu ingin menirukan gerakan ini, fokusnya adalah pada:
1. Percaya diri penuh saat berdiri di ujung perahu atau di tempat tinggi.
2. Gerakan tangan yang energik—putar dan kibas.
3. Pantulan keseimbangan: sedikit lari-lari kecil agar terlihat dinamis dan stabil.
















Leave a Reply