AKTAMEDIA.COM, NEW York – Zohran Kwame Mamdani adalah contoh nyata perubahan lanskap politik Amerika Serikat. Lahir di Uganda dari orang tua berdarah India dan dibesarkan di New York, Mamdani bukan hanya politisi muda biasa. Ia merupakan simbol kebangkitan politik generasi baru yang membawa suara imigran, kaum muda, kelas pekerja, dan komunitas minoritas. Sejak terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York pada tahun 2020, Mamdani menjadi salah satu wajah utama dari gerakan progresif di AS. Pada tahun 2025, ia mencetak sejarah dengan mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk posisi Wali Kota New York.
Zohran lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Ayahnya, Mahmood Mamdani, adalah seorang akademisi terkenal di bidang ilmu politik dan studi Afrika, sedangkan ibunya, Mira Nair, adalah sineas internasional yang dikenal lewat film Monsoon Wedding. Keluarga Mamdani pindah ke Amerika Serikat ketika Zohran masih kecil, dan ia dibesarkan di lingkungan Queens, New York.
Ia belajar di Bowdoin College, Maine, dengan jurusan Studi Afrika (Africana Studies). Selama masa kuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan politik kampus, termasuk gerakan pro-Palestina, dan mulai membentuk ideologinya yang menentang imperialisme, mendukung kesetaraan ekonomi, serta memperjuangkan hak-hak minoritas.
Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani adalah seorang pekerja layanan masyarakat. Ia bekerja sebagai konselor perumahan dan membantu para penyewa menghadapi penggusuran. Pada saat yang sama, ia mengekspresikan dirinya lewat musik hip-hop dengan nama panggung Mr. Cardamom, membawakan lagu-lagu dengan pesan sosial, kerap membahas gentrifikasi, rasisme, dan ketimpangan ekonomi di New York.
Mamdani resmi terjun ke dunia politik pada 2020, mencalonkan diri untuk Majelis Negara Bagian New York, mewakili Distrik ke-36 di Queens. Dengan dukungan dari Democratic Socialists of America (DSA) dan tokoh-tokoh seperti Alexandria Ocasio-Cortez, ia mengalahkan petahana dari Partai Demokrat dan mencatatkan namanya sebagai salah satu legislator termuda dan paling progresif di negara bagian itu.
Dalam jabatannya, Mamdani dikenal karena platform politiknya yang radikal dan pro-rakyat, di antaranya:
Bus Kota Gratis: Memperjuangkan transportasi publik yang sepenuhnya gratis di New York City.
Perumahan Terjangkau: Mendorong model perumahan sosial milik publik, serta pembekuan kenaikan sewa.
Toko Makanan Milik Kota: Mengatasi krisis pangan di kawasan miskin dengan mendirikan toko grosir milik pemerintah.
Pendidikan Anak Gratis: Menyediakan penitipan anak gratis bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Reformasi Kepolisian dan Anti-Rasisme: Mengadvokasi pengalihan dana dari polisi ke layanan sosial.
Pada awal 2025, Mamdani mengumumkan pencalonannya sebagai Wali Kota New York City. Banyak pihak meremehkannya, terlebih karena ia harus bersaing dengan nama-nama besar seperti mantan gubernur Andrew Cuomo. Namun, Mamdani membuktikan bahwa kekuatan gerakan akar rumput lebih besar dari yang dibayangkan.
Melalui strategi kampanye yang inovatif, seperti video kampanye berlatar musik Bollywood, dialog terbuka di komunitas Muslim dan kulit hitam, serta promosi masif di media sosial, Mamdani berhasil menarik perhatian generasi muda dan warga kelas pekerja. Ia juga melakukan tur ke lebih dari 130 masjid di New York, menegaskan keterikatan dirinya pada suara komunitas minoritas.
Pada pemilihan pendahuluan Demokrat bulan Juni 2025, Mamdani secara mengejutkan menang besar dan menjadi kandidat resmi partai untuk posisi Wali Kota New York, mengalahkan Cuomo yang didukung elite politik lama.
Popularitas Mamdani tidak lepas dari kontroversi. Pernyataannya mengenai konflik Israel–Palestina seperti “Globalize the intifada” mendapat kecaman dari kelompok Yahudi moderat dan media konservatif. Tokoh seperti Donald Trump bahkan menyebutnya sebagai “komunis gila”. Namun, Mamdani menanggapi semua kritik tersebut sebagai bagian dari perjuangan untuk keadilan global dan kebebasan berpendapat.
Kampanye dan karier politik Zohran Mamdani mencerminkan perubahan mendasar dalam politik Amerika Serikat:
Kebangkitan Politik Imigran dan Muslim: Jika terpilih, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim dan keturunan Asia Selatan pertama dalam sejarah New York.
Perubahan Generasional: Ia menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi politik lama dan representasi politik generasi milenial dan Gen Z.
Kekuatan Gerakan Akar Rumput: Ia menunjukkan bahwa dukungan rakyat biasa bisa mengalahkan kekuatan modal dan nama besar.
Zohran Mamdani bukan hanya calon wali kota. Ia adalah simbol kebangkitan politik alternatif yang lebih inklusif, adil, dan berani. Terlepas dari tantangan yang akan datang di pemilu umum bulan November, namanya telah menginspirasi generasi baru aktivis dan pemilih di seluruh Amerika.
Apakah ini awal dari era baru New York City—yang dipimpin oleh seorang rapper, imigran, dan sosialis demokratis?
















Leave a Reply