Advertisement

Pendapat Prof. Mikihiro Moriyama Tentang Bahasa Sunda

AKTAMEDIA.COM, TOKYO – Pandangan Moriyama tentang Bahasa Sunda
Mikhiro Moriyama, profesor dari Nanzan University, menganggap bahwa bahasa Sunda memiliki potensi yang sangat besar untuk mendunia. Bahasa ini kaya akan kedalaman budaya dan tradisi yang unik. Oleh karena itu, Moriyama menekankan pentingnya pelestarian dan pengajaran bahasa Sunda agar tidak kehilangan nilai budaya tersebut.

Kesamaan Bahasa Sunda dan Bahasa Jepang
Moriyama menemukan adanya kemiripan antara bahasa Sunda dan bahasa Jepang, khususnya dalam cara mengekspresikan nuansa dan kesopanan. Misalnya:

Kedua bahasa memiliki tingkatan bahasa (register) yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat, seperti dalam berbicara kepada orang yang lebih tua atau yang memiliki status lebih tinggi.

Bahasa Sunda memiliki ragam halus (lemes) dan ragam kasar (loma atau kasar), mirip dengan konsep “keigo” (bahasa sopan) di Jepang.

Bahasa Sunda vs Bahasa Indonesia/Inggris
Moriyama berpendapat bahwa dalam hal ekspresi budaya dan nuansa, bahasa Sunda justru lebih “nyambung” dengan bahasa Jepang dibandingkan bahasa Indonesia atau Inggris. Hal ini menunjukkan bagaimana bahasa Sunda lebih dekat dengan budaya Jepang dalam hal kesantunan, nuansa, dan cara berkomunikasi.

Potensi Bahasa Sunda
Moriyama percaya bahwa jika upaya pelestarian dan pembelajaran terus dilakukan, bahasa Sunda tidak hanya akan tetap hidup, tetapi juga berpotensi menjadi bahasa yang memiliki pengaruh lebih luas, bahkan di kancah internasional.

Jika kamu mau, aku bisa bantu merumuskan ringkasan pendapat Moriyama ini untuk artikel, presentasi, atau media sosial. Let me know! 🚀

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *