Advertisement

Kisah Cinta Presiden Francis Emanuelle Macron

AKTAMEDIA.COM, PARIS – Kisah Cinta Emmanuel dan Brigitte Macron: Antara Murid dan Guru, Menantang Norma Sosial

Hubungan asmara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, adalah salah satu kisah cinta paling tidak biasa dalam sejarah pemimpin dunia modern. Diwarnai perbedaan usia yang mencolok dan latar belakang yang tak lazim, kisah cinta ini mengundang kekaguman sekaligus perdebatan. Namun di balik itu semua, hubungan mereka adalah potret keteguhan hati, kesetiaan, dan cinta yang melampaui batas usia dan ekspektasi sosial.

Awal Pertemuan: Cinta di Ruang Kelas

Kisah ini bermula pada awal 1990-an di kota Amiens, Prancis. Emmanuel Macron, saat itu berusia 15 tahun, adalah seorang siswa SMA Jesuit La Providence. Di sekolah itulah ia bertemu Brigitte Trogneux, guru sastra dan drama berusia 40 tahun yang juga ibu dari tiga anak dan istri seorang bankir.

Kedekatan mereka tumbuh dari ketertarikan Macron pada sastra dan teater. Dalam sebuah pementasan drama sekolah yang diarahkan Brigitte, Macron menunjukkan bakat dan kedewasaan intelektual yang jauh melampaui usianya. Menurut berbagai sumber, Macron sangat terpesona dengan cara Brigitte berpikir dan mengajarkan seni.

Cinta yang Diuji Waktu dan Norma Sosial

Pada usia 17 tahun, Macron mengungkapkan kepada Brigitte bahwa ia akan menikahinya suatu hari nanti. Hal itu bukan sekadar janji remaja—ia membuktikannya. Kedekatan mereka pada masa itu menimbulkan kekhawatiran, bahkan protes dari keluarga Macron. Orang tuanya bahkan memindahkannya ke Paris untuk memisahkan mereka.

Namun waktu dan jarak tidak membuat hubungan itu pudar. Brigitte sendiri menghadapi dilema besar sebagai seorang ibu dan istri. Ia akhirnya memutuskan untuk bercerai dari suaminya dan melanjutkan hubungan dengan Macron secara terbuka.

Pada tahun 2007, saat Emmanuel berusia 29 tahun dan Brigitte 54 tahun, mereka resmi menikah. Pernikahan itu dilangsungkan di Le Touquet, kota pantai tempat keluarga Brigitte berasal. Dalam pidato pernikahannya, Macron menyebut: “Terima kasih telah menunggu saya. Dan terima kasih karena telah memilih saya.”

Brigitte: Lebih dari Sekadar Ibu Negara

Peran Brigitte dalam hidup Macron lebih dari sekadar istri. Ia adalah penasihat pribadi, sahabat, dan pendukung setia. Sejak awal karier politik Macron, Brigitte selalu ada di sisinya—memberikan masukan, menyusun strategi, bahkan mengatur jadwal kampanye.

Ketika Macron mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada 2017, Brigitte aktif dalam kampanyenya. Ia tampil dalam berbagai forum, mendampingi Macron dalam debat dan menjalin hubungan baik dengan publik.

Meski tak memiliki peran resmi dalam pemerintahan, Brigitte tetap memainkan peran penting di balik layar, khususnya dalam isu pendidikan, anak-anak dengan disabilitas, dan kesetaraan gender.

Menghadapi Sorotan dan Kritik Publik

Perbedaan usia yang mencolok—24 tahun—menjadi bahan pembicaraan luas, bahkan sering kali menjadi bahan olok-olok media dan publik. Dalam berbagai wawancara, Brigitte menyatakan bahwa mereka sudah terbiasa dengan sorotan itu. Ia juga sempat menjadi sasaran rumor jahat, termasuk klaim palsu bahwa dirinya adalah seorang transgender—yang kemudian dibantah tegas dan dibawa ke ranah hukum.

Namun, pasangan ini tetap teguh. Mereka saling mendukung dalam berbagai situasi, dari tekanan politik hingga komentar tajam media. Keduanya memperlihatkan kedewasaan dan kepercayaan yang kuat dalam hubungan mereka.

Cinta yang Melampaui Usia

Kisah cinta Emmanuel dan Brigitte Macron adalah contoh nyata bahwa cinta sejati tak mengenal batas waktu atau usia. Mereka menunjukkan bahwa hubungan yang berlandaskan rasa hormat, kecerdasan emosional, dan visi bersama bisa bertahan bahkan di bawah sorotan dunia.

Kisah mereka bukan hanya inspirasi bagi pasangan, tetapi juga pengingat bahwa cinta bisa datang dalam bentuk yang tak terduga—dan tetap sah untuk diperjuangkan.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *