AKTAMEDIA.COM, BANDUNG – Bukan cuma anak-anak bandel yang bakal digembleng ala militer, tapi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—yang sekarang makin akrab disebut KDM—juga ngintip kemungkinan “menegapkan” siswa-siswa yang dianggap terlalu lentur. Ya, benar. Anak gemulai pun mungkin ikut baris-berbaris kalau rencana ini lanjut jalan.
Per tanggal 2 Mei 2025, puluhan siswa bermasalah udah resmi masuk barak. Bukan buat jadi tentara beneran, tapi katanya sih demi pendidikan karakter. Karena, ya tentu saja, nggak ada cara lain yang lebih manusiawi buat mendidik remaja selain ngelempar mereka ke sistem pelatihan militer. Apalagi kalau udah dianggap “sulit dibina” atau dicurigai terlalu akrab sama dunia kriminal dan pergaulan bebas. Solusinya? Kasih seragam, suruh push-up, dan baris pagi-pagi. Biar insaf katanya.
Tapi tenang, program ini nggak langsung digebyah uyah ke seluruh Jawa Barat. Menurut KDM, baru dimulai dari wilayah yang dianggap “rawan.” Rawan apa? Rawan anak rewel? Rawan TikTok berlebihan? Belum jelas. Yang pasti, ini hasil kerja bareng sekolah dan orang tua. Mungkin karena udah capek bilang, “Nak, tolong belajar,” akhirnya bilang, “Nak, siap grak!”
Dan soal wacana siswa gemulai juga bakal ikut digembleng? KDM sih bilang itu cuma komentar netizen, tapi tetap dia respon, “Ya bisa aja kayak gitu.” Netizen: bercanda. Pemerintah: catat buat kebijakan.
Ketika ditanya soal perlindungan anak, KDM langsung ngelempar studi kasus: “Paskibra kan dilatih TNI.” Lalu contoh SMA Taruna Nusantara juga dibawa-bawa. Katanya sih buktinya jelas: sehat, cerdas, visioner. (Ngomong-ngomong, definisi ‘visioner’ di sini mungkin sudah upgrade: bisa baris sambil menyusun rencana masa depan.)
Jadi intinya, kalau kamu susah diatur, agak feminim, atau dianggap terlalu bebas—siap-siap aja dikasih rompi loreng dan disuruh baris rapi. Karena di Jawa Barat versi 2025, solusi buat semua masalah remaja adalah: bawa ke barak.














Leave a Reply